Anggap Remeh Dosa dengan Dalil Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih

meremehkan dosa
Soal: 
Bagaimana pendapat Syaikh yang mulia jika seseorang dinasihati agar meninggalkan perbuatan dosa lalu berdalih menggunakan firman Allah: “Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.” (QS. Al-Baqarah: 192)?

Jawab:
Jika ia berdalil demikian maka hendaklah kita mengoreksinya dengan firman Allah:

“Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku bahwa sungguh Akulah Yang Maha Pemgampun lagi Maha Pengasih dan bahwa sungguh azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.” (QS. Al-Hijr: 49-50)

“Ketahuilah bahwa sungguh Allah amat berat siksa-Nya dan bahwa sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.” (QS. Al-Maaidah: 58)

Kalau ia membawakan ayat-ayat yang mengandung harapan sebagai lawan dari ayat-ayat yang mengandung ancaman maka jawaban orang itu hanyalah dimaksudkan untuk melecehkan. 

Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Hendaknya khauf (RASA TAKUT)  dan raja’ (RASA HARAP) sama, tidak dominan khauf (RASA TAKUT) dan tidak dominan raja (RASA HARAP),”

Beliau berkata: “Manakala salah satu dari keduanya yang dominan maka hancurlah si pelakunya.”


Karena bila dia menonjolkan raja’
(RASA HARAP) maka manusia itu terjerumus dalam sikap merasa aman dari makar Allah, dan jika rasa khauf (RASA TAKUT) yang dominan maka dia akan terjerumus dalam sikap putus asa dari rahmat Allah.

Sebagaimana ulama berkata: “Hendaknya menonjolkan rasa raja’
(RASA HARAP) ketika melaksanakan ketaatan dan menonjolkan rasa khauf (RASA TAKUT) ketika ingin melaksanakan maksiat.”

Karena apabila dia melaksanakan ketaatan maka dia wajib berprasangka baik, dengan lebih menonjolkan sikapa raja’
(RASA HARAP) yaitu qabul (menerima), dan jika berkeinginan untuk berbuat maksiat hendaknya menonjolkan sikap khauf (RASA TAKUT)  agar tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat.

Sedangkan yang lain berkata: “Untuk yang sehat hendaknya menonjolkan sisi khauf
(RASA TAKUT) sedangkan untuk yang sakit hendaknya menonjolkan sisi raja’ (RASA HARAP) .”

Karena yang sehat apabila menonjolkan sisi khauf
(RASA TAKUT) akan menjauhi perbuatan maksiat dan yang sakit apabila menonjolkan sisi raja’ (RASA HARAP) akan menemui dengan sikap husnudzan (prasangka baik).

Semoga Bermanfaat.

No comments: