'Insiden Jari Tengah' Foke akan ditanggapi Oleh MUI

'Insiden Jari Tengah' Foke
JAKARTA, KOMPAS.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti aduan Indonesian Bureaucracy and Service Watch (IBSW) terkait insiden acungan jari tengah yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.  Lihat Gambarnya aslinya disini.

"Bahwa MUI concern terhadap hukum dan moral bagi para umaro (penguasa). MUI melalui tata cara ulama akan menindaklanjuti laporan IBSW," demikian antara lain petikan tanggapan MUI sebagaimana isi rilis yang diterima Kompas.com di Jakarta, Selasa (24/4/2012).

MUI juga menyatakan akan menggunakan cara-cara yang santun dalam menindaklanjuti laporan tersebut. Unsur kehati-hatian dalam tanggapan akan diperhatikan agar tidak memperpanjang persoalan dan menimbulkan efek negatif bagi warga DKI Jakarta. "Terkait laporan IBSW yang menyangkut kredibilitas umaro atau pribadi seseorang, maka MUI akan menempuh jalan tabayun (mempelajari dan berhati-hati)."

Seperti diberitakan sejumlah media, Gubernur Fauzi Bowo sempat membuat kontroversi dengan mengacungkan jari tengahnya mengikuti gaya personel grup band saat berfoto bersama. Insiden itu terjadi pada sebuah acara yang dihadiri masyarakat umum di Senayan, Minggu (15/4/2012).

IBSW menilai tingkah Foke mengundang keresahan di masyarakat, khususnya kalangan Muslim sebagai penduduk dengan jumlah terbesar di Provinsi DKI Jakarta. Sebagai tokoh masyarakat yang juga kandidat dalam Pemilukada DKI Jakarta 2012, Foke dinilai telah memberikan contoh buruk kepada warga, terutama kalangan remaja.

Atas dasar itu, IBSW melaporkan Foke ke MUI. Alasan IBSW, isyarat yang dibuat Foke bukanlah tindakan yang melanggar hukum melainkan perbuatan yang bertentangan dengan norma moral. Karena itu, Foke perlu mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada lembaga penegak moral. "Karena beliau seorang Muslim, kami laporkan ke MUI sebagai lembaga penegak moral Islam," kata Nova Andhika, Ketua IBSW, beberapa waktu lalu.

No comments: